Walking in Godliness | Pdt. Eluzai Frengky Utana

PANGGILAN DAN PILIHAN ALLAH

Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. (2 Petrus 1:3)

Hari ini kita merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-80. Merdeka artinya bangsa kita bebas dari penjajahan bangsa lain. Sebagai orang percaya kita juga telah dimerdekakan dari segala perbudakan dosa. Kemerdekaan dari dosa akan terus menjadi milik kita, ketika kita berjalan dalam kesalehan secara konsisten. Hidup dalam kesalehan mencerminkan kedekatan kita kepada Tuhan. Perkataan ‘kuasa-Nya yang mulia dan ajaib’ berbicara tentang kemuliaan Tuhan yang tidak tertandingi.

Ciri-ciri Orang yang Berjalan dalam Kesalehan:

Mau Dipimpin oleh Tuhan

Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. (2 Petrus 1:3-4)

Segala perlengkapan telah diberikan Tuhan Yesus kepada kita agar kita bisa hidup dalam kesalehan. Hanya orang yang mau dipimpin oleh Tuhan Yesus yang akan bisa betul-betul hidup dalam kesalehan, sekalipun sedang menghadapi tantangan dan pergumulan yang besar.

Rendah Hati dan Tidak Mengandalkan Kekuatan Sendiri

Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,  dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan. (2 Petrus 1:5-6)

 

Milikilah kerendahan hati dan jangan mengandalkan diri sendiri, baik itu pengetahuan atau pengalaman hidup kita. Selalu meminta tuntunan Tuhan dalam setiap keputusan yang kita buat, agar kita mendapat hikmat dalam mengelola setiap sumber daya yang Tuhan percayakan, termasuk tubuh dan waktu kita.

Hidup dalam Kasih dan Pengampunan

Dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. (2 Petrus 1:7-9)

Salah satu ciri orang yang hidup dalam kesalehan adalah menjaga hati untuk tetap mempraktekkan kasih dan pengampunan, meskipun daging kita ingin memberontak.

Teguh dalam Menjalankan Panggilan Tuhan

Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.  (2 Petrus 1:10-11)

Hidup dengan memegang teguh panggilan Tuhan tidak selalu mudah. Apalagi jika doa-doa kita belum dijawab oleh Tuhan dan kita menghadapi tantangan untuk tetap melayani di tengah badai pergumulan pribadi. Tetaplah menjalankan panggilan kita dengan setia, tanpa ada hal-hal yang perlu kita tutupi atau sembunyikan. Jadilah pribadi yang terbuka, jujur dan tidak munafik.

Mau Menerima Masukan

Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima. Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini. Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Tetapi aku akan berusaha, supaya juga sesudah kepergianku itu kamu selalu mengingat semuanya itu.  (2 Petrus 1:12-15)

Milikilah hati yang mau menerima masukan. Selanjutkan kita meminta hikmat dan kepekaan dari Tuhan untuk bisa membedakan setiap masukan. Fokuslah kepada masukan-masukan yang baik atau membangun, dan abaikan masukan-masukan yang negatif atau melemahkan.

Dalam setiap musim kehidupan, tetaplah berjalan dalam kesalehan. Sekali Yesus tetap Yesus, sekalipun harus menghadapi banyak kesukaran dan penderitaan.  Amin. (VW).