YESUS DATANG UNTUK MENGHANCURKAN PEKERJAAN IBLIS
Bacaan Setahun:
Mrk. 5:1-20
2 Sam. 13
Daniel 7
“Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.” (1 Yohanes 3:8b)
Akibat tipu daya si jahat, Adam menyerahkan otoritas yang seharusnya ia miliki—yakni kuasa penuh atas bumi dan segala isinya—kepada Iblis. Kenyataan ini membuat dunia, beserta sistem, nilai, dan arah pergerakannya, berada di bawah kendali si jahat. Pernyataan ini bukanlah bentuk pesimisme, melainkan kesadaran rohani yang wajib dimiliki oleh setiap orang percaya.
Sejak semula, Allah menciptakan manusia dengan tujuan untuk berkuasa atas bumi dan memeliharanya (Kejadian 1:26–28). Namun, ketika Adam dan Hawa memilih mendengarkan suara ular—yaitu Iblis—mereka tidak hanya jatuh ke dalam dosa, tetapi juga menyerahkan otoritas yang telah diberikan Allah kepada musuh rohani. Sejak peristiwa itu, dunia berada dalam bayang-bayang dosa dan kegelapan. Sistem dunia menjadi rusak, dan Iblis mengambil posisi sebagai ‘penguasa dunia ini’. “Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar.” (Yohanes 12:31)
Iblis menguasai dunia bukan melalui kekuatan fisik, melainkan lewat tipu muslihat, kebohongan, dan keinginan duniawi. Ia menjadikan dosa tampak wajar, bahkan menyenangkan. Ia membutakan hati manusia agar tidak melihat kebenaran dan menjauhkan mereka dari Injil keselamatan. Dalam 2 Korintus 4:4 (TB) tertulis: “Yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.” Keinginan daging, keangkuhan hidup, dan cinta akan dunia merupakan alat utama Iblis untuk menjerat manusia. 1 Yohanes 2:16 (TB) menyatakan: “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.”
Namun kabar baiknya, Yesus datang untuk menghancurkan pekerjaan Iblis. “Barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatanperbuatan Iblis itu.” (1 Yohanes 3:8). Melalui salib dan kebangkitan-Nya, Kristus mengambil kembali otoritas itu dan memberikannya kepada orang percaya. Kita yang ada di dalam Kristus telah dipindahkan dari kerajaan kegelapan ke dalam Kerajaan terang-Nya. “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;” (Kolose 1:13).
Sebagai anak-anak terang, kita tidak boleh tertidur atau ikut hanyut dalam sistem dunia. Kita harus sadar bahwa pertempuran rohani itu nyata, dan kita dipanggil untuk melawan bukan dengan kekuatan sendiri, tetapi dengan kuasa dari Roh Kudus dan perlengkapan rohani dari Kristus. (DD)
Questions:
1. Apakah Anda sadar bahwa setiap hari Anda berada dalam pertempuran rohani?
2.Bagaimana Anda menggunakan otoritas dari Kristus untuk melawan tipu daya Iblis?
Values:
Melalui salib dan kebangkitanNya, Yesus Kristus merebut kembali otoritas yang sempat hilang dan memberikannya kepada kita yang percaya kepadaNya.
Kingdom Quotes:
Meskipun dunia ini dikuasai oleh si jahat melalui tipu daya sejak kejatuhan manusia pertama, kabar baiknya, Kristus telah datang untuk menghancurkan pekerjaan Iblis.