Yesus Jangkar Pengharapan | Pdt. Ronny Daud Simeon

Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya. (Ibrani 6:19,20)

Menurut KBBI, kata pengharapan berasal dari kata dasar harap, yang berarti memohon, meminta supaya keinginan atau kebutuhan terjadi. Pengharapan adalah aspek masa depan dari  iman dimana pengharapan tersebut menentukan sekali kehidupan/tindakan kita saat ini. Masa depan kita bergantung pada pengharapan kita karena semua hari depan tanpa harapan itu bagaikan mimpi buruk.

PRINSIP PENGHARAPAN:

Pengharapan itu jangkar yang kuat.

Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan. (Ibrani 12:28-29)

Pengharapan itu seperti jangkar yang dipasang di dasar laut untuk menahan sebuah perahu. Perahu itu akan tetap bergoyang terkena gelombang, namun perahu itu akan aman, tidak akan hanyut terbawa arus. Kita sudah berada dalam kerajaan yang tidak terguncangkan. Tugas kita hanyalah memanifestasikan nilai-nilai kerajaan Allah keluar dari hidup kita.

Pengharapan itu aman bagi jiwa kita.

Ketika menghadapi tantangan kehidupan, iblis seringkali mengintimidasi pikiran kita. Untuk menghadapinya, maka kita harus menyelaraskan pikiran, perasaan dan kehendak kita dengan Kristus. Penuhi pikiran kita dengan Firman dan memperkatakannya melalui mulut kita, serta melakukannya dalam hidup. Sebagai contoh kita memperkatakan, “Darah Yesus menghancurkan kuasa kegelapan” dan lakukan bagian kita untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita.

Kristus sumber pengharapan kita.

Tujuan utama hidup kita bukanlah untuk menjadi sukses, terkenal atau menjadi kaya. Hal-hal tersebut sah-sah saja dan baik adanya. Namun tujuan utama kita yang sesungguhnya adalah keserupaan dengan Kristus. Dia sudah menjadi teladan kesempurnaan dan menaruh potensi kesempurnaan dalam diri kita. Kristus adalah jangkar yang sudah dilemparkan ke depan dan perintis jalan menuju kesempurnaan sehingga tugas kita adalah tetap menjaga yang utama menjadai yang terutama. Dan Kristus adalah imam besar selama-lamanya.

PENGLIHATAN KITA AKAN MENENTUKAN HARAPAN KITA

Pengharapan mengandung 3 hal:

Expectation (ekspektasi)

    Yaitu hal-hal yang kita inginkan atau  hal-hal yang kita inginkan terjadi (ada unsur menunggu).

           Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. (Roma 8:25)

Anticipation (antisipasi)
Setelah kita melihat situasi, selanjutnya kita memikirkan tindakan apa yang akan kita ambil.

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! (Roma 12:12)

Confidence
Keyakinan penuh bahwa pengharapan kita akan terjadi.

Sebab Aku ini mengetahui rancangan- rancangan apa yang ada pada- Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)

APA YANG DIKATAKAN ALKITAB TENTANG PENGHARAPAN?

Kitab suci membuat pengharapan kita menjadi teguh

Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. (Roma 15:4)

Pengharapan membuat kita menjaga kesucian hidup

Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada- Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. (1 Yohanes 3:3)

Ada berkat dalam pengharapan

Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal ini ditulis, yaitu pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya. (1 Korintus 9:10)

Mari terus melatih pikiran, perasaan dan kehendak kita untuk tunduk dan selaras dengan Kristus. Kita akan terus dibawa kepada keserupaan dengan Kristus dan hidup dalam budaya kerajaan Allah. Saat kita melakukan kebenaran ini, maka kita memiliki pengharapan yang pasti di dalam Yesus untuk menghadapi semua situasi dan musim kehidupan. AMIN. (VW)