You Are Light of The World | Rev. Dr. Jong Kuk Kim.

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:14-16)

Sekalipun dunia mengalami guncangan, namun hidup kita bukan dibentuk oleh keadaan dunia, melainkan dibentuk oleh Raja di atas segala raja melalui Firman-Nya. Firman Tuhan memberikan identitas bahwa kita adalah terang dunia. Bahkan sebagai terang dunia, kita diperintahkan agar memberikan cahaya sampai ke ujung bumi. Kita memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai garam dan sebagai terang. Kedua fungsi tersebut berbeda, garam bekerja secara perlahan, terang bekerja dengan sekejap mata, namun keduanya membutuhkan pengorbanan.

Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, (Efesus 5:8-9)

Kita percaya bahwa saat ini kita berada di akhir zaman, namun ternyata orang duniapun merasa bahwa saat ini adalah akhir zaman. Dan sebagai orang percaya kita diberikan 2 perintah, yaitu amanat agung dan amanat kasih.

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: (1 Petrus 2:9)

KAMU ADALAH TERANG DUNIA – STATUS KITA HARUS MENJADI SERUPA KRISTUS

Kadang kita bertanya, hidup kita banyak kekurangan, bagaimana menjadi terang? Jawabannya adalah, saat kita menerima Kristus, maka seketika itu juga status kita menjadi terang. Terang yang kita pancarkan bukan terang kita sendiri, tapi refleksi terang Kristus yang hadir di hati kita. Yesus selalu menyertai dan Roh Kudus selalu memampukan.

Maksud dari terang adalah untuk dilihat.

Terang adalah pembimbing agar Bapa di sorga dipermuliakan.

Sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia
(Filipi 2:15b)

 

Kita harus memulai untuk menjadi terang di tengah-tengah keluarga kita sendiri. Saat ini semua orang mencari teladan terang dan damai sejahtera. Setelah 10-20 tahun berlalu, apakah wajah kita semakin bersinar atau sebaliknya? Sehingga melalui hidup kita orang mengenal Bapa dan nama-Nya dipermuliakan.

TERANGMU BERCAHAYA DI DEPAN ORANG – PERAN KITA UNTUK MELAKUKAN SESUATU GUNA MENERANGI DUNIA

Sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia
(Filipi 2:15b)

Dunia harus dapat melihat terang Yesus berada di dalam diri kita.

Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. (Galatia 2:20)

Kadangkala Tuhan izinkan dunia ini mengalami kegelapan, agar terang Kristus semakin nyata terpancar melalui hidup kita, sebagaimana sebuah kota di Colorado, USA yang sengaja mematikan lampu-lampu jalan agar keindahan bintang-bintang di langit malam semakin nyata dan indah.

Perbuatan kita yang baik harus dapat menarik perhatian, bukan kepada diri kita sendiri, tetapi kepada Tuhan.

Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
(Matius 9:36)

Dunia sedang mengalami kekeringan akan kasih Allah, yaitu kasih agape. Dunia sedang mencari kasih Yesus dari hidup kita. Jika kita tidak punya belas kasihan kepada jiwa-jiwa, maka kita harus berhati-hati, apakah kita benar-benar anak Tuhan?

Kita mengambil inisiatif – “Ini aku, utuslah aku.”

Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”
(Yesaya 6:8)

SAMPAI UJUNG BUMI – AS A WORLD CHRISTIAN – INDONESIA BAGI KRISTUS

“Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, (Yesaya 42:6)

 

Kita harus mendapat kuasa dari Roh Kudus.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8).

Membuka wawasan luas – hidup kita di ‘global village’.

Pergilah dengan hati Yesus melalui persiapan matang.

Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:18-20).

Kita dipanggil untuk menerangi dunia dengan kasih agape, yang berperan untuk melakukan sesuatu guna menerangi dunia dan rencana keselamatan Allah tergenapi bagi dunia. Amin. (VW).